LEPTOSPIROSIS terlewatkan Diagnosisnya

dok.penyuluhan-Leptospirosis

TAMBAHMULYO – Leptospirosis adalah penyakit zoonosis, disebabkan oleh bakteri yang berbentuk spiral dari genus  Leptospira. Leptospirosis tersebar luas di seluruh dunia, terutama pada daerah tropis. Penularan leptospirosis pada manusia terjadi secara serentak kontak langsung dengan hewan terinfeksi Leptospira atau secara tidak langsung melalui genangan air yang terkontaminasi urin yang terinfeksi Leptospira. Bakteri ini masuk kedalam tubuh melalui kulit yang luka. Leptospirosis dikenal senagai penyakit kencing tikus.

Gejala penyakit ini sangat bervariasi mulai dari :

  • Demam tinggi, menggigil, sakit kepala, muntah  atau diare;
  • Nyeri betis (khas);
  • Ikterus;
  • Sesak napas;
  • Gangguan ginjal akut;
  • Batuk dengan/tanpa batuk darah

Penyakit dapat berlangsung 3 hari sampai 3 minggu atau lebih lama jika tidak diobati.

Tanda-tanda penyakit parah/ komplitasi :

  • Pendarahan pada organ dalam

  • Gangguan hati = mata, badan menjadi kuning

  • Gangguan ginjal = gagal ginjal, tidak dapat kencing
  • Keguguran (pada ibu hamil)

Dari mana bakteri dapat masuk?

Bakteri dapat masuk melalui :

  • Luka terbuka
  • Kulit lecet
  • Kelut pacah-pecah
  • Mata
  • Mulut (saat makan)

Cara pencegahan ?…

  • Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), selalu cuci tangan dengan sabun setelah dari tempat berair dan kotor;
  • Memakai sarung tangan, alas kaki atau sepatu karet saat ditempat berair, becek atau tempat kotor;
  • Lindungi luka dengan penutup luka kedap air.

Untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang penyakit/kesehatan maka Puskesmas Jakenan Jum’at tanggal 11 Mei 2018 bertempat di Balai Desa Tambahmulyo melakukan penyuluhan kesehatan masyarakat potensial (Leptospirosis / TB Paru dan HIV/AIDS).

dok.Penyuluh Puskesmas Jakenan dan Kepala Desa Tambahmulyo
dok.Peserta Penyuluhan Kesehatan
dok.Peserta Penyuluhan
Facebook Comments