Jalan Sehat Semarakkan HUT RI

Kemerdekaan menurut arti singkatnya bebas dari aturan yang diatur atau diperintah dari orang lain. Namun kemerdekaan untuk seseorang sangatlah berbeda artinya dengan kemerdekaan Indonesia. Berabad-abad lamanya negara ini diduduki, dikuasai dan dijajah bangsa lain mulai dari Portugis, Spanyol, Inggris, VOC, Belanda hingga Jepang, akhirnya di tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia bisa merdeka dari kecaman para penjajah.

 

Setiap 17 Agustus selalu menjadi hari besar di Indonesia yang tak pernah absen untuk dirayakan. Kisah perjuangan yang tak kena batas, begitu menginspirasi banyak orang untuk terus pantang menyerah dalam memperoleh haknya. Makna kemerdekaan tersebut juga turut direpresentasikan oleh berbagai lomba yang kerap diadakan pada bulan Agustus ini, seperti perlombaan dan makna kemerdekaan yang tersimpan didalamnya :

  • Tarik Tambang, melalui tarik tambang, kita belajar bahwa kita harus bersatu bila ingin mengalahkan lawan. Terkadang tambang akan bergetar ke kiri dan ke kanan untuk menuju tujuan kemenangan. Kekompakan tim dan strategi yang tepat menjadi faktor besar untuk memenangkan pertandingan. Hal ini serupa dengan persatuan bangsa untuk menarik “tambang kemerdekaan” bersama dari tangan penjajah.
  • Panjat Pinang, Pada perlombaan panjat pinang peserta harus memanjat batang pinang yang sudah dilumuri oli atau pelumas untuk dapat merebut hadiah-hadiah yang tergantung di puncak. Lomba ini mengajarkaan pada kita bahwa dibutuhkan kerja sama dan gotong royong untuk dapat mencapai tujuan. Peserta yang berkali-kali yang terjatuh karena licin namun terus memanjat juga mengajarkan pada kita untuk tidak mudah menyerah. Apapun situasi negara tercinta saat ini, jangan pernah menyerah untuk mengharumkan nama bangsa.
  • Balap Karung, mengingatkan kita akan perihnya masa penjajahan, terutama pada saat penjajahan jepang. Pada masa itu penduduk Indonesia begitu miskin hingga tak mampu membeli kebutuhan sandang. Akibatnya mereka harus mengenakan goni yang kasar sebagai pengganti pakaian. Lomba balap karung ini juga memiliki filosofi betapa sulitnya berjalan bila kaki kita terkungkung. Mencoba melompat sejauh apapun terasa sulit, bahkan kita bisa terjerembab. Jika kita masih dalam kungkungan penjajah, sekeras apapun kita berusaha, akan sangat sulit bagi bangsa Indonesia untuk mengalami kemajuan.
  • Makan Kerupuk, Lomba makan kerupuk peserta harus menghabiskan secepat mungkin kerupuk yang terrgantung-gantuhg pada sebuah tali panjang. Dengan kondisi tangan terikat, membutuhkan perjuangan tersendiri untuk bisa menghabiskannya dengan cepat. Lomba makan kerupuk pun mengingatkan kita akan pedihnya masa penjajahan, saat rakyat tak mampu memenuhi kebutuhan pangan.

Karang Taruna Tunas Muda desa Tambahmulyo pada hari ini Minggu tanggal 19 Agustus 2018 mengadakan Jalan Sehat mengelilingi desa berjarak tiga kilometer, dilanjutkan dengan perlombaan untuk menyemarakkan Hari Ulang tahun RI ke 73 bertempat di Lapangan Olahraga yang diikuti khusus warga desa Tambahmulyo dengan banyak hadiah doorprize dan hadiah Utama dua buah Sepeda Gunung dan seekor Kambing. Doorprize dan hadiah utama adalah sumbangan spontan dari donatur yang ada di desa Tambahmulyo.